Meningkatkan Semangat Bersekolah
January 7, 2011 at 11:41 pm01 | Posted in Uncategorized | Leave a commentMeningkatkan Semangat Bersekolah
Rasanya anak-anak sekarang tidak memiliki niat untuk bersekolah karena semakin mudahnya mereka memperoleh informasi. Cukup dengan sebuah komputer atau laptop yang terkoneksi dengan dunia maya, maka segala informasi akan diperoleh. Baik itu informasi yang belum diajarkan pada bangku kelas 3 SD (seperti pelajaran mengenai rumus-rumus kimia) hingga informasi yang tidak diajarkan di sekolah (seperti cara membuat obat-obatan terlarang).
Seharusnya para guru benar-benar menomorsatukan bagaimana agar para murid semangat kembali bersekolah, mereka harus menjadikan sekolah sebagai bagian hidupnya. Seringkali para orang tua murid lebih memilih untuk mensekolahkan anaknya di sekolah swasta. Biarpun mahal yang penting anak menjadi pintar.
Sebaiknya pemikiran sekolah swasta lebih unggul daripada sekolah negeri segera dibuang. Karena cerdas atau tidaknya seorang murid semata-mata karenakemampuan dirinya sendiri.
Guru tidak memegang posisi dominan dalam kepintaran anak. Guru seharusnya juga wajib melakukan penelitian yang poinnya menuju peningkatan semangat anak dalam bersekolah. Kita juga sering melihat di suatu pulau terpencil, bahwa seorang anak lebih suka bekerja daripada bersekolah karena orang tuanya berkata “untuk apa kamu sekolah tinggi-tinggi, nanti juga jadi nelayan seperti bapak”.
Dari ilustrasi tersebut, sekolah tidak hanya sekadar memberi pelajaran atau memberi hafalan. Sekolah wajib juga memberi ilmu pengetahuan yang tepat bagi seorang anak. Artinya jangan sampai keahlian guru digunakan tidak pada semestinya. Sebagai contoh saja, saya memliki seorang teman yang bergelar sarjana hukum namun keahlian hukumnya menjadi sia-sia belaka karena dia menjadi seorang guru SD yang mengajar Matematika. Kebetulan juga teman saya cukup mahir dalam hitung-hitungan. Nah , jika terjadi demikian siapakah yang patut disalahkan?
Jadi alangkah baiknya juga jika suatu mata pelajaran diasuh oleh individu yang berkompeten. Sekolah bukanlah ajang pamer embel-embel seperti berstandar internasional, dwi bahasa (Indonesia dan Inggris), bebas biaya resmi (namun tetap saja ada pungutan), gedung yang bertingkat, ruang kelas ber-AC, dan kegiatan ekstrakurikuler yang wah (seperti golf atau bowling).
Sekolah adalah tempat menuntut ilmu. Jika para pihak yang berkwenangan dalam mengurus pendidikan di Indonesia selalu mengganti secara rutin sistem pendidikan yang diguanakn dalam sekolah mungkin saja suatu saat nanti, sekolah akan tinggal nama saja. Jadi tanpa bersekolah, seseorang dapat melanjutkan pendidikannya ke tingkat universitas. (Duta Masyarakat, Jumat 7 Januari 2011).
Leave a Comment »
RSS feed for comments on this post. TrackBack URI
Leave a Reply
Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.