ATM Dan AC

October 7, 2010 at 11:41 am10 | Posted in Uncategorized | Leave a comment

ATM Dan AC
Ketika udara malam hari terasa panas layaknya siang hari, hal tersebut menandakan bahwa manusia masih tidak peduli terhadap Bumi. Banyak di antara kita masih gemar mengepulkan asap rokok tanpa rasa malu, banyak juga angkutan umum yang tidak mempedulikan gas pembuangannya hingga kegemaran untuk membakar sampah.
Saya pun mencoba melakukan penelitian sangat sederhana terkait dengan pemanasan Bumi yaitu dengan berkeliling dari bilik Automatic Teller Machine (ATM) yang satu menuju bilik ATM yang lainnya. Dengan berbekal kartu yang bertuliskan ATM bersama, saya selama dua minggu melakukan pengecekan saldo. Walaupun telah di cek pada ATM manapun dan dimanapun, jumlah saldo saya tetaplah sama. Tujuan saya yaitu untuk mengetahui ATM milik bank manakah (tentu saja yang tergabung dalam kelompok ATM bersama) yang menonaktifkan pendingin udaranya (AC) pada malam hari atau yang tidak memasang AC di dalamnya.
Ternyata hampir semuanya menghidupkan AC selama 24 jam penuh. Sedangkan sangat jarang terjadi antrian di bilik ATM pada tengah malam hingga hari menjelang subuh. Pada saat mengecek saldo di ATM dalam kampus, AC tetap hidup bahkan udaranya sangat dingin. Begitu juga dengan beberapa ATM di sekitar alun-alun Kota Malang, kawasan Plasa Dieng, kawasan Soekarno-Hatta hingga kawasan terminal Arjosari.
Seluruh AC aktif di dalam bilik ATM yang saya kunjungi. Dari 14 ATM yang saya kunjungi, hanya terdapat tiga bilik ATM yang dalamnya sangat panas dan pengap. Bukan karena AC sengaja dimatikan demi hemat energi, melainkan AC dan mesin ATM yang mengalami kerusakan. Mungkin saja karena dihidupkan terus menerus dan mesin ATM yang kehabisan uang. Tidak peduli jam menunjukkan pukul 22.00, AC tetap hidup menyejukkan bilik ATM.
Dilihat dari banyaknya pihak bank yang memberi kenyamanan bagi nasabahnya melalui pemasangan AC di bilik ATM selama 24 jam, menunjukkan bahwa tidak terdapat inisiatif bagaimana agar Bumi tetap ramah kepada kita semua. Seharusnya dengan embel-embel ATM bersama, mereka juga bersama dalam menjaga Bumi. Tidak hanya bersama dalam hal yang terkait dengan perekonomian saja. Saya yakin, tidak mungkin para nasabah akan menarik seluruh saldonya dan pindah menjadi nasabah bank lainnya karena bilik ATM-nya tidak ber-AC. Rata-rata seseorang menghabiskan waktu sekitar lima hingga delapan menit di dalam bilik ATM.
Bisa jadi, penggunaan AC bertujuan agar suhu mesin ATM tetap stabil ataupun memberi kenyamanan bagi para nasabah. Namun jika alasan agar nasabah nyaman pada saat bertransaksi di dalam bilik ATM, saya menyatakan bahwa hal tersebut tidak benar. Karena yang terpenting kita merasa aman pada saat di dalam bilik ATM tanpa khawatir terjadi tindak kejahatan. Seharusnya menjelang sore hari, AC wajib dimatikan. Walaupun masalah ini terkesan sepele, namun coba kita bayangkan jika seluruh bilik ATM tidak menggunakan AC, tentu saja akan mengurangi panas di Bumi. Bukankah ada kata bijak, perbuatan baik sekecil apapun akan tetap berguna walaupun hanya sekadar memungut sehelai daun yang jatuh dari pohon. Setidaknya tujuan utama orang ke ATM bukanlah untuk menyejukkan tubuhnya. (Surya, Kamis 7 Oktober 2010)

Advertisement

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.